Rabu, 12 Agustus 2015

PENERAPAN ALGORITMA GENERATE DAN TEST PADA APLIKASI BERBASIS MOBILE UNTUK MENDIAGNOSA MASALAH KULIT WAJAH (delaaminsyahputra 1113100993)

PENERAPAN ALGORITMA GENERATE DAN TEST PADA APLIKASI BERBASIS MOBILE UNTUK MENDIAGNOSA MASALAH
KULIT WAJAH

DELA AMIN SYAH PUTRA
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, Fakultas STIKOM PGRI BANYUWANGI
JL.Jendral A.Yani 80 Telp.(0333) 7700669 – Banyuwangi
E-mail: delaamin.ti@gmail.com


ABSTRAK

 Wajah merupakan salah satu bagian yang paling penting dari penampilan. Tidak harus memiliki wajah cantik dan berkulit putih untuk bisa tampil menarik, tetapi dengan memiliki kulit wajah yang sehat dan bersih pun kita dapat tampil dengan menarik dan percaya diri. untuk mendiagnosa masalah kulit wajah merupakan suatu cara yang dirancang sebagai alat bantu dalam mendiagnosa masalah kulit wajah dengan tujuan dalam pengambilan keputusan. Sehingga diharapkan aplikasi ini dapat membantu para ahli dalam mendiagnosa masalah kulit wajah. Tujuan dari aplikasi yang dapat mendiagnosa masalah kulit berbasis mobile ini agar dapat digunakan oleh si-pengguna untuk dapat mengetahui masalah kulit wajah yang diderita. Dengan menggunakan aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan manusia dalam mendiagnosa masalah kulit wajah karena apikasi ini sangat membantu masyarakat hanya cukup memegang handphone saja dapat mengetahui masalah kulit wajah yang dialami serta solusi atau cara pengobatannya. Aplikasi yang digunakan menggunakan bahasa pemograman Java dan basis data Mysql.

Kata kunci : Sistem Pakar, Mobile, Generate and Test, Masalah Kulit Wajah.




1.      PENDAHULUAN
Penampilan merupakan cermin dari seseorang. Dengan melihat penampilan seseorang sedikit tidaknya dapat mengetahui bagaimana keperibadian orang tersebut. sebagian masyarakat ingin memiliki penampilan yang menarik, baik itu untuk menarik perhatian lawan jenis, tuntutan profesi, pengaruh lingkukangan maupun mengikuti perkembangan zaman. Wajah merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari penampilan. Tidak harus memiliki wajah yang cantik dan kulit yang putih untuk bisa tampil menarik, tetapi dengan memiliki kulit wajah yang sehat dan bersih pun kita dapat tampil menarik dan percaya diri.
Mahalnya biaya konsultasi dan pengobatan pada dokter kesehatan kulit maupun perawatan klinik. perawatan kulit wajah menyebabkan lebih banyak masyarakat memilih prodak - prodak yang ada dipasaran karena lebih murah didapatkan. padahal belum tentu prodak - prodak dipasaran tersebut cocok untuk masalah kulit wajah mereka. bahkan dapat memperparah kulit wajah karena apabila terjadi ketidak cocokan pada kulit wajah menjadi iritasi, gatal - gatal, panas, kemerahan, dan memicu tumbuhnya jerawat. Selain masalah biaya masyarakat yang memiliki aktivitas kerja yang cukup padat juga tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan konsultasi ke dokter kesehatan kulit maupun klinik perawatan kulit wajah. Dengan adanya permasalahan diatas, peneliti akan membuat aplikasi sistem pakar untuk mendiaknosa masalah kulit wajah berbasis mobile.
Pengembangan teknologi informasi banyak memanfaatkan perangkat yang serba canggih, diantaranya dengan memanfaatkan perangkat bergerak/genggam (mobile device) seperti telpon seluler (phone). Telpon seluler saat ini tidak hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi jarak jauh, tetapi juga sudah banyak yang mendukung aplikasi Java. Salah satu permasalahan yang akan dikerjakan aplikasi ini adalah mendiagnosa masalah kulit wajah. Aplikasi ini mampu meniru kerja seorang dalam berbagai bidang salah satunya mendiagnosa masalah kulit wajah, karena sifatnya hanya meniru kecerdasan seorang ahli kesehatan kulit wajah, maka kemapuan aplikasi ini tidak dapat menyamai ahli kesehatan kulit wajah yang sebenarnya.
diangkat hanya terbatas tentang mendiagnosa masalah kulit wajah, dengan menjelaskan informasi mengenai gejala - gejalannya yang di alami oleh pasien dengan berdasarkan pada sumber pengetahuan yang didapat dari buku kesehatan. Aplikasi ini menggunakan algoritma Generate and Test dan Bahasa pemograman yang digunakan adalah Java dengan MySQL sebagai basis data..
Agar dapat memperoleh data yang akurat, dapat diuji kebenarannya dan lengkap, maka dalam proses pengembangan skripsi ini diantaranya sebagai berikut:
a. Identifikasi Masalah, Merupakan tahapan untuk mengidentifikasi masalah yang akan diuji. Dilakukan studi pustaka yaitu mengumpulkan bahan-bahan referensi baik dari buku, artikel, paper, jurnal, makalah, maupun dari situs internet.
b. Analisa Masalah, Setelah memahami bidang yang akan dibuat sistem pakarnya, selanjutnya pada tahap ini akan di lakukan analisa mengenai jenis-jenis dan gejala-gejala masalah atau gangguan kulit wajah pada manusia.
c. Setelah mengetahui struktur pengetahuan, selanjutnya menentukan metode representasi pengetahuan yang didapat.
d. Setelah mengetahui dan memahami masalah serta konsep pengetahuan yang akan dikembangkan dalam aplikasi.
e. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih dapat kesalahan atau tidak. Pengujian biasanya dilakukan dalam beberapa tahap yang saling terikat.
f. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.




2.      LANDASAN TEORI
2.1.  Kecerdasan Buatan
Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang ilmu pengetauan yang berhubungan dengan suatu mesin yang dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan tertentu. Hal ini biasanya dilakukan dengan mencontoh dari karakteristik serta analogi cara berfikir manusia dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenali oleh komputer. Dengan penggunaan yang efektif dan efisien sehingga dapat mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga berkaitan dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya. Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan harus didasarkan pada prinsip teoritikal dan terapan yang menyangkut struktur data yang digunakan dalam representasi pengetahuan, algoritma yang diperlukan dalam penerapan pengetahuan itu, dan teknik bahasa serta pemrograman yang dipakai dalam implementasinya.
2.2.    Aplikasi
“Referensi [1] aplikasi adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas ahli untuk masalah-masalah dalam suatu domain yang spesifik. Sebuah program berjalan dengan adanya komponen-komponen yang saling terhubung, tidak adanya satu komponen akan menyebabkan aplikasi tidak dapat digunakan. komponen-komponen sistem pakar terdiri atas Basis Pengetahuan dan Mesin Inferensi. Ada dua teknik dalam melakukan metode penalaran ( Inference Engine ) :
1. Metode pelacakan ke belakang (backward channing) Metode ini melakukan pelacakan balik mulai dari suatu kesimpulan atau tujuan, kemudian ke aturan-aturan sampai akhirnya diperoleh fakta-fakta. Dalam kasus ini, tujuannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan sebuah aplkasi ini mencoba menemukan kondisi apa saja yang dibutuhkan untk mencapai kesimpulan atau tujuan tersebut.
2. Metode pelacakan ke depan (forward channing) Metode ini melakukana pelacakan mulai dari sekumpulan fakta, lalu melakukan pengecekan terhadap bagian dari fakta tersebut. Jika cocok maka bagian lain dari fakta tersebut juga cocok. Pelacakan ini dilakukan sampai dapat suatu kesimpulan.



2.3. Metode Heuristik
Teknik pencarian heuristik merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang keadan suatu problem secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan paling besar dan mengesampikan usaha yang memboroskan waktu.
Heuristik adalah sebuah teknik yang mengembangkan efisiensi dalam proses pencarian. Fungsi heuristic ini digunakan untuk mengevaluasi keadaan problem atau permasalahan individu dan menentukan seberapa jauh hal tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan solusi yang diinginkan. Diantaranya ada 4 (empat) pencarian dalam heuristics search yaitu :
1. Pembangkit dan Pengujian (Generate and Test)
2. Pendakian Bukit (Hill Climbing)
3. Pencarian terbaik pertama (Best First Search)
4. Simulated annealing

2.4. Generate and Test
Generate and test adalah merupakan suatu teknik penyelesaian masalah dengan komputer dengan cara menyusun daftar penyelesaian yang mungkin dan menguji satu persatu untuk menentukan solusi yang tepat. Pada prinsipnya metode ini merupakan penggabungan antar depth first search dengan pelacakan mundur (backtracking), yaitu bergerak kebelakang menuju pada suatu keadaan awal. Nilai pengujiannyaa berupa jawaban “YA” atau “TIDAK”.
Metode penelusuran depth first search adalah metode penelusuran yang dimulai dari akar (level 0) dan penelusuran dilanjutkan dengan melacak node yang berada paling kiri pada level dibawahnya sampai level paling bawah. Apabila tidak ditemukan tujuan, maka penelusuran dilanjutkan pada level satu dan terus menuju level yang paling bawah, sampai ditemukan tujuannya.
Backtracking merupakan salah satu metode pemecahan masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis pencarian dalam ruang status. Backtracking bekerja melakukan pencarian solusi persoalan secara sistematis pada semua kemungkinan solusi yang ada. Backtracking ini berbasis pada algoritma DFS (Depth First Search). Prinsip dasar backtracking adalah mencoba semua kemungkinansolusi yang ada. Pada konsep dasarnya backtracking semua solusi dibuat dalam bentuk pohon solusi dan kemudian pohon tersebut ditelusuri secara DFS sehingga ditemukan solusi yang terbaik yang diinginkan.
Jika pembuatan-pembuatan solusi yang dimungkinkan dapat dilakukan secara sistematis maka prosedur ini dapat segera menemukan solusinya bila ada. Algoritma untuk Generate and Test tersebut adalah :
1. Bangkitkan suatu solusi yang mungkin. Untuk beberapa permasalahan, pembangkitan ini berarti membangkitkan suatu titik tertentu atau lintasan tertentu dari keadaan awal.
2. Uji untuk melihat apakah node tersebut benar-benar merupakan solusinya dengan cara membandingkan titik yang dipilih atau titik akhir suatu lintasan yang dipilih dengan kumpulan tujuan yang dapat diterima atau diharapkan.
3. Jika solusi telah diperoleh maka keluar. Jika tidak maka ulangi kembali langkah pertama.
Pada gambar 1 merupakan langkah dalam membentuk sebuah pencarianGenerate and test.           
                       
                                                                         
2.5. Bahasa Pemograman Java
“Referensi [3] mendefinisikan java sebagai berikut: adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan. Java2 adalah generasi kedua dari Java platform (generasi awalnya adalah Java Development Kit). Java berdiri atas sebuah interpreter yang diberi nama Java Virtual Machine (JVM). JVM inilah yang akan membaca bytecode dalam file .class dari suatu program sebagai representasi langsung program yang berisi bahasa mesin. Oleh karena itu, bahasa Java disebut sebagai bahasa pemrograman yang portable karena dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, asalkan pada sistem operasi tersebut terdapat JVM”.



2.6. Basis Data
Di dalam sebuah sistem, diperlukan penyimpanan data agar setiap fungsi-fungsi dari sistem dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah dibuat. Basis data atau database adalah kumpulan dari berbagai data atau informasi yang saling berhubungan satu sama lain, disimpan dalam perangkat keras (komputer) secara sistematis sehingga dapat diolah menggunakan perangkat lunak. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelolah dan memanggil query basis data disebut sistem manajemen basis data atau database management system disingkat DBMN. Database digunakan untuk menyimpan informasi atau data yang terintegrasi dengan baik di dalam komputer.
3.      RANGKAIAN SISTEM DAN APLIKASI
3.1. Analisa Masalah
ini adalah membuat suatu sistem yang dapat memiliki kepastian berdasarkan data yang didapat dari beberapa buku. Untuk mendiagnosa masalah kulit wajah perlu melalukan konsultasi ke dokter kesehatan kulit atau klinik perawatan kulit, namun dengan cara ini tidak semua orang memiliki banyak waktu dan biaya yang cukup. Oleh karena itu perlu dibuatkan suatu program komputer berupa aplikasi untuk membantu masyarakat agar dapat dengan mudah mengetahui masalah kulit wajah yang diderita. Penerapan aplikasi dalam permasalahan kulit wajah meliputi pengumpulan data gejala, penyakit, dan pengobatan dalam permasalahannya. Untuk masalah kulit wajah ini diterapkan metode algoritma generate and test. Dibutuhkan aplikasi yang dapat digunakan tidak hanya tertuju pada suatu tempat seperti komputer, tetapi lebih dibutuhkan perangkat yang sifatnya mobile agar bisa digunakan dimana saja

3.2. Program Aplikasi
Program aplikasi yang diusulkan yaitu sebuah aplikasi yang dapat mengidentifikasi masalah menggunakan metode generate and test yang merupakan gabungan antara depth first search dengan backtracking dan aplikasi berbasis mobile dengan menggunakan Java ME. Aplikasi mobile merupakan aplikasi pendukung untuk memudahkan dalam mengiriman request/permintaan dengan mengandalkan GPRS pada handphone.
Metoda aplikasi sistem pakar sebelumnya banyak dibuat berbasis web, untuk menggunakannya diperlukan sebuah PC(Personal Computer) atau laptop, kini dengan aplikasi berbasis mobile, pengguna dapat mengakses aplikasi ini kapan saja dan di mana saja melalui handphone yang sudah terinstal aplikasi ini sebelumnya
3.3. Rencangan Basis Data
        3.3.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
3.3.2. Transformasi ERD ke Logical Record Structure (LRS)
3.3.3. Logical Record Structure (LRS)
3.3.4. Spesifikasi Data
3.4. Rancangan Layar
3.4.1. Rancangan Menu Utama
Menu utama adalah tampilan awal aplikasi ini yang memiliki beberapa menu pilihan
3.4.2. Rancangan Layar Identifikasi
Pada identifikasi akan ditampilkan pertanyaan demi pertanyaan dan kesimpulan dari pertanyaan yang dijawab
3.4.3. Rancangan Kesimpulan
Setelah pertanyaan selesai dijawab maka akan di tampilkan kesimpulan dari jawaban yang dipilih.

3.5. Flowchat
Dalam pengembangan aplikasi sistem pakar ini menggunakan flowchart untuk membantu dalam pembuatan program. Berikut ini merupakan gambar flowchart yang digunakan.



3.5.1. Flowchart Menu Utama

3.5.2. Flowchart Identifikasi


3.6. Algoritma
3.6.1. Algoritma Menu Utama
1. Mulai
2. Tampil Menu Utama
3. Input=Pilih
4. if Pilih=Identifkasi then
5. Menuju ke Identifikasi
6. else if Pilih=Kamus then
7. Menuju ke Kamus
8. else if Pilih=Administrator then
9. Menuju ke Form Login
10. else if Pilih=Bantuan then
11. Tampil Bantuan
12. Kembali ke baris 2
13. else if Pilih=Pengaturan then
14. Menuju ke Pengaturan
15. else if Pilih=Tentang then
16. Tampil Keterangan Tentang Aplikasi
17. Kembali ke baris 2
18. else if Pilih=Keluar then
19. Keluar dari aplikasi
20. Selesai
21. else
22. Kembali ke baris 3
23. end if

3.6.2. Algoritma Identifikasi

1. Tampil Keterangan Identifikasi
2. Cari pertanyaan yang paling banyak dipakai di setiap rule
3. Periksa apakah ada jumlah pakai yang sama
4. if Jumlah pakai sama then
5. Cari pertanyaan yang paling sering dijawab YA
6. Periksa apakah intensitas jawaban YA sama
7. if Intensitas jawaban YA sama then
8. Pilih pertanyaan secara alphabetis
9. else
10. menuju ke baris 13
11. end if
12.else
13. Tampil Pertanyaan
14. Input= Jawaban
15. Input=Pilih
16. if Pilih=Lanjut then
17. input=jawaban
18. if Jawaban=Ya then
19. Cek rule berdasarkan pertanyaan yang di jawab YA
20. if ditemukan kesimpulan then
21. Tampil Kesimpulan
22. Input=Pilih
23. if Pilih=Kembali then
24. menuju ke baris 46
25. else if pilih=menu utama then
26. Kembali ke menu utama
27. else
28. Menuju ke baris 22
29. end if
30. else
31. Proses seleksi pertanyaan yang sama berdasarkan rule yang sudah di jawab YA
32. Menuju ke baris 2
33. end if
34. else if jawaban = tidak then
35. Proses sisihkan rule dan pertanyakan yang dijawab TIDAK
36. if masih ada pertanyaan then
37. Menuju ke baris 2
38. else
39. Tampil keterangan tidak terindentifikasi
40. Menuju ke baris 22
41. end if
42. else
43. Menuju ke baris 2
44. end if
45. else if pilih = kembali then
46. Tampil pertanyaan sebelumnya
47. if pertanyaan ada then
48. Menuju ke baris 2
49. else
50. Kembali ke menu utama
51. end if
52. else
53. menuju ke baris 2
54. end if
55.end if
Algoritma identifikasi menjelaskan tentang proses untuk menemukan masalah pada kulit atau penyakit yang dialami.


4 . Hasil dan Pembahasan
Dalam menjalankan program yang dibuat ini dibutuhkan sebuah web server dan sebuah handphone client. Web server berfungsi sebagai server aplikasi yang akan menyimpan seluruh data aplikasi, sedangkan handphone berfungsi sebagai client yang akan mengakses dan menampilkan program. Program yang dijalankan adalah program yang diinstal pada handphone client.
4.1. Tampilan Layar Menu Utama
Pada saat program pertama kali dijalankan, akan ditampilkan Menu Utama yang menampilkan tujuh pilihan menu, yaitu Identifikasi, Kamus, Administrator, Bantuan, Pengaturan, Tentang dan Keluar.
4.2. Tampilan Layar Keterangan Identifikasi
Pada saat Identifikasi, yang pertama ditampilkan adalah keterangan dari Identifikasi
       
4.3. Tampilan Layar Pertanyaan
Untuk melakukan Identifikasi, perlu menjawab pertanyaan yang ditampilkan, pilih jawaban ‘Ya’ atau ‘Tidak’, lalu pilih command ‘Lanjut’ untuk melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya atau jika sudah tidak ada pertanyaan berikutnya akan tampil kesimpulan. Jika pilih command ‘Kembali’ akan kembali ke pertanyaan sebelumnya.
 
4.4. Tampilan Layar Kesimpulan
Pada tampilan layar kesimpulan menampilkan kesimpulan dari jawaban-jawaban pertanyan yang diberikan oleh pengguna.
 
4.5. Tampilan Layar Kamus
Pada Menu Kamus, akan ditampilkan form untuk mencari kata atau istilah asing yang pernah disimpan di tabel kamus.
4.6. Tampilan Layar Administrator
Pada Menu Administrator, akan ditampilkan Form Login terlebih dahulu. Untuk melakukan login, pengguna perlu memasukkan username dan password, lalu pilih command ‘Login’, jika username dan password sesuai maka akan ditampilkan Menu Administrator, jika tidak sesuai akan tampil keterangan gagal login.
 

Pertama kali pada Menu Adiministrator ditampilkan terdapat pilihan menu Edit Rule, Bantuan, Master Kamus, dan Master User, Keluar. Tampilan layar administrator dapat dilihat pada gambar 15.
4.7. Tampilan Layar Pengaturan
Pengaturan digunakan untuk mengganti alamat web server jika terjadi perubahan alamat web server. Tampilan layar pengaturan dapat dilihat pada gambar 16.

5. KESIMPULAN
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan terhadap Aplikasi yang telah dibuat, maka dapat diambil kesimpulan dan saran yang mungkin diperlukan untuk membuat sistem yang lebih baik lagi.
Dari hasil perancangan dan pembuatan aplikasi untuk mendiagnosa masalah kulit wajah berbasis mobile dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a.       Aplikasi  ini dapat mendiagnosa masalah kulit wajah dan solusinya.
b.      Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan staf rumah sakit atau klinik, untuk dapat menyelesaikan masalah mendiagnosa kulit wajah sebelum konsultasi dengan dokter.
c.        Metode generate and test dalam memecahkan permasalahan diagnosa masalah kulit wajah,dapat menemukan jenis masalah kulit wajah yang dialami oleh pasien beserta solusi berdasarkan gejala-gejala yang dialami.
d.      Penarikan solusi untuk setiap permasalahan didasarkan pada hubungan antara pertanyaan dan solusi yang disimpan dalam basis pengetahuan.
Untuk pengembangan aplikasi menjadi lebih baik lagi. Sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam pemanfaatan media internet atau sistem yang berbasis web.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Siswanto, 2005. Kecerdasan Tiruan (Edisi 2). Yogyakarta : Graha Ilmu.
[2] Kusumadewi, Sri., 2003. Artificial Intellegence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta : Graha Ilmu.
[3] Shalahuddin, M., Rosa. A.S., 2012. Pemrograman J2ME (Belajar CepatPemrograman Perangkat Telekomunikasi Mobile), Bandung : Informatika.
[4] Sjukani, Moh., 2007. Struktur Data (Algoritma & Struktur Data 2). Jakarta : Mitra Wacana Media.
[5] Arhami, Muhammad, 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi.
[6] Harahap, Marwali. 2000. Dasar-Dasar Diagnosi Penyakit Kulit. Dalam Harahap Marwali (ed), Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
[7] Irawan, Jusak. 2007. Buku Pegangan Kuliah, Sistem Pakar. Surabaya: STIKOM.
[8] Syamsuddin, Aries. 2004. Pengantar Sistem Pakar, Jurnal Kuliah Umum Ilmu Komputer.com.
[9] Turban, E. 1995. Decicion Support System and Expert System. USA: Prentice Hall International inc. USA.
[10] Achroni, Keen. 2012. Semua Rahasia Sehat dan Cantik. Jogjakarta: Javalitera.

[11] Melandi, Sri, Linuwih, Emmy, S Sjamsoe, Daili, dan I Made, Wisnu, 2005. Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia. Jakarta: Medical Multimedia Indonesia.
[12] Annelita,Morina., 2009. Analisa Kinerja Algoritma Generate And Test Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata. Skripsi. Medan; Universitas Sumatra Utara.
[13] Rahmadi, Ridho., 2010. Implementasi Metode Generate And Test Dalam Penyelesain Travelling Salesman Problem Menggunakan Robot Bersensor Sonar dan Warna. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta; 19 Juni.
[14] Helvin, Ivana Eka Santhi., Virgia, Gloria., Purwadi, Joko., Perbandingan Algoritma Genetik dengan Algoritma Generate And Test Pada Perancangan Tata Letak Fasilitas Rumah Sakit Umum. Jurnal Informatika; 3; 2. April 2001.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar