Kamis, 13 Agustus 2015

CLOUD COMPUTING SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI DALAM SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI (sella rosita-1114101239)

CLOUD COMPUTING SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI DALAM SISTEM
PEMBELAJARAN ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI





































BAB I
PENDAHULUAN
       A.   Latar Belakang Masalah
Dewasa ini aplikasi teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam bidang Teknologi Informasi. Hal ini berkaitan dengan banyaknya penggunaan Internet, perangkat komunikasi, perangkat lunak computer, penggunaan jaringan komputer dan perangkat keras komputer.
Penggunaan Internet sebagai salah satu sarana komunikasi di era modern sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok yang menunjang aktifitas hidup manusia, karena banyak aktifitas komunikasi yang menggunakan jasa jaringan internet, diantaranya adalah chatting, browsing dan blogging.
Selain digunakan untuk chatting, browsing, dan blogging. Internet juga digunakan untuk mengakses Cloud Computing. Cloud Computing adalah salah satu layanan yang menyediakan media penyimpanan yang tersinkronisasi online. Kita dapat menyimpan data-data penting dengan aman dan data-data ini pun dapat diakses melalaui berbagai perangkat, baik itu komputer, tablet, maupun smartphone.
Salah satu layanan Cloud Computing yang populer adalah Google Drive, layanan ini selain memiliki fitur penyimpanan yang yang tersinkronisasi juga memiliki fitur pembuatan formulir, ini dapat dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai penunjang penelitian.  Dengan membuat formulir kemudian dibagikan kepada responden secara online dapat mempermudah mahasiswa dalam memperoleh data tanpa harus mendatangi responden dan menunggu lama.
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mengambil judul tugas akhir CLOUD COMPUTING SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI DALAM SISTEM
PEMBELAJARAN ONLINE PADA PERGURUAN TINGGI
      B.   Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 
1.    Apa yang dimaksud dengan Cloud Computing? 
2.    Bagaimana sejarah Cloud Computing? 
3.    Apa saja jenis layanan Cloud Computing? 
4.    Bagaimana cara kerja Cloud Computing? 
5.    Apa saja contoh aplikasi Cloud Computing? 
6.    Apa manfaat Cloud Computing, bagi dunia pendidikan, dan kelemahannya? 
7. Bagaimana memanfaatkan Cloud Computing Google Drive sebagai media penunjang penelitian?
      C.   Tujuan
Tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk: 
1.    Mengetahui apa itu Cloud Computing. 
2.    Mengetahui bagaimana sejarah Cloud Computing. 
3.    Mengetahui jenis-jenis layanan Cloud Computing. 
4.    Mengetahui bagaimana cara kerja Cloud Computing. 
5.    Mengetahui beberapa contoh aplikasi Cloud Computing. 
6.    Mengetahui manfaat Cloud Computing, bagi dunia pendidikan, dan kelemahannya. 
7.    Mengetahui bagaimana memanfaatkan Cloud Computing Google Drive sebagai media penunjang penelitian.
      D.   Manfaat 
       1.    Memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai seluk beluk Cloud Computing. 
    2.    Memberi pengetahuan kepada pembaca bagaimana memanfaatkan Cloud Computing gratis yang ada sekarang sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.
      E.   Metode 
            Metode yang kami gunakan untuk penulisan karya ilmiah ini adalah metode tinjauan pustaka dan metode eksperimen. Kami mempergunakan dua metode tersebut agar menghasilkan karya ilmiah yang bagus.


BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computingadalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (clien) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.
B.     Sejarah Cloud Computing
Di tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer mainframe yang tersedia dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif pada mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJERemote Proses Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada terminal bodah didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri kemampuan komputasi melalui berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computingmemperluas batas iniuntuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
Sejak Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting dalam semua pengembangan cloud computingdengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil untuk memberi makan dengan dua pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun 2006.
Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi.....akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan pengurangan yang signifikan di daerah lain.”.
Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling penting.
Tahun 1960
John McCarthy, Pakar Komputasi dan kecerdasan buatan dari MIT. “Suatu hari nanti, komputasi akan menjadi Infrastruktur publik seperti halnya listrik dan telepon.” Ini adalah sebuah ide yang mengawali suatu bentuk komputasi yang kita kenal dengan istilah Komputasi awan.
Tahun 1995
Larry Ellison, pendiri perusahaan Oracle. “Network Computing” Ide ini sebenarnya cukup unik dan sedikit menyindir perusahaan Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus "menanam" berbagai perangkat lunak kedalam PC pengguna, mulai dari sistem operasi hingga perangkat lunak lainya. Cukup dengan koneksi dengan server dimana akan disediakan sebuah environment yang mencakup berbagai kebutuhan PC pengguna.
Pada era ini juga wacana “Network Computing” cukup populer. Banyak perusahaan yang menggalang sistem ini contohnya Sun Mycrosystem dan Novell Netware. Disayangkan kualitas jaringan komputer saat itu masih belum memadai, penggunapun cenderung memilih PC karena cenderung lebih cepat.
Akhir Era -90
Lahir konsep ASP (Application Service Provider) yang ditandai dengan kemunculan perusahaan pusat pengolahan data. Ini merupakan sebuah perkembangan pada kualitas jaringan komputer. Akses untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Tahun 2000
Marc Benioff, mantan wakil presiden perusahaan Oracle. “salesforce.com” ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM dengan basis SaaS (Software as a Service). Tak disangka gebrakan ini mendapat tanggapan hebat. Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison, boss-nya. Dia memiliki sebuah misi yaitu “The End of Software”.
2005 - Sekarang
Cloud Computing sudah semakin meningkat popularitasnya, dari mulai penerapan sistem, pengunaan nama, dll. Amazon.com dengan EC2 (Elastic Computer Cloud); Google dengan Google App. Engine; IBM dengan Blue Cord Initiative; dsb. Perhelatan cloud computing meroket sebagaimana berjalanya waktu. Sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan beragamnya gadget yang ada. Contoh dari pengaplikasianya adalah Evernote, Dropbox, Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd, dll.

C.     Jenis Layanan Cloud Computing
Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:
        1.    Software as a Service (SaaS)
        2.    Platform as a Service (PaaS)
        3.    Infrastructure as a Service (IaaS)
Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:
1.    Software as a Service (SaaS)
Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
2.    Platform as a Service (PaaS)
Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
3.    Infrastructure as a Service (IaaS)
Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.
D.     Cara Kerja Cloud Computing
Berikut merupakan cara kerja penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi cloud computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya. Server ini yang akan menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web service telah memberikan mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocol-independent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.

E.     Contoh Aplikasi Cloud Computing
Saat ini telah banyak aplikasi media penyimpanan di Cloud yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, Google, Apple, dan lain sebagainya.  Bagi anda yang yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cloud storage atau media penyimpanan cloud, saya akan menjelaskannya lebih lanjut.
Cloud storage adalah salah satu layanan cloud yang menyediakan media penyimpanan yang tersinkronisasi online. Kebanyakan dari rekan-rekan saya menggunakan cloud storage ini sebagai media backup. Namun menurut saya cloud storage ini menyediakan fitur yang lebih dari sebatas media backup saja. Contohnya sebagai media kolaborasi dan dapat di akses dari mana saja termasuk dari telepon genggam anda.
Sekarang bayangkan jika anda memiliki bisnis, dan semua file-file penting anda berada di komputer anda yang berada di kantor dan hanya anda yang memiliki akses ke komputer tersebut. Anda tidak memiliki kebebasan untuk mengakses nya kapan saja dan selalu tergantung pada anda. Bisnis anda tidak dapat berkembang dengan cepat tentunya.
Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan teknologi cloud storage. Bayangkan jika file-file penting anda tersebut dapat diakses melalui mobile phone anda. Atau anda cukup memberikan akses ke file tersebut kepada salah satu orang kepercayaan anda. Maka proses delegasi akan berjalan dengan lancar dan bisnis anda akan tetap berjalan meskipun anda tidak berada di kantor.
Ada banyak aplikasi cloud storage yang ada saat ini, sebagai berikut:

1.  Google Drive

Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.
Fitur-fitur Google Drive:
·         Penyimpanan gratis sebesar 5GB
Google Drive memberikan fasilitas penyimpanan sebesar 5GB kepada penggunanya dengan cuma-cuma untuk menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.
·         Memungkinkan membuat dokumen
Pada fitur ini Google Drive memungkinkan para penggunanya untuk membuat dokumen, seperti mengolah data, mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.
·         Berbagi file
Google Drive memudahkan untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.
·         Terintegrasi dengan layanan Google lainnya
Para pengguna layanan Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanagement file dari Google Drive. Karena Google Drive secara otomatis terintegrasi dengan layanan google lainnya.
·         Fasilitas pencarian
Google Drive memberikan layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk para penggunanya dengan menggunakan kata kunci tertentu. Google Drive juga dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.
·         Menampilkan berbagai file
Lebih dari 30 type file yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstal software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.
·         Menjalankan aplikasi
Google Drive juga mempunyai kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorit yang dimiliki oleh pengguna.
2.    Windows Azure

Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.
Fitur-fitur Windows Azure:
·         Layanan Infrastruktur
Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.
·         Kembangkan dan Lakukan Percobaan
Windows Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.
·         Big Data
Windows Azure menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.
·         Aplikasi Mobile
Windows Azure memberikan kemudahan dalam pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan dapat langsung dimasukan ke penyimpanan komputasi awan.
·         Media
Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS, Windows, dan platform lainnya
·         Aplikasi Web
Windows Azure menawarkan keamanan dan fleksibilitas pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.
·         Penyimpanan, Pencadangan, dan Pemulihan
Windows Azure menyediakan penyimpanan, pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.
·         Identitas dan Manajemen Akses
Windows Azure Active Directory memberikan layanan pengamanan pada identitas perusahaan. Serta melakukan manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.
·         Integrasi
Windows Azure memperbolehkan pengguna untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke perangkat lokal dan ke awan.
·         Manajemen Data
Windows Azure menyediakan solusi yang tepat untuk kebutuhan data pengguna.
3.    Dropbox

Dropbox adalah layanan penyedia data berbasis web yang dioperasikan oleh Dropbox, Inc. Dropbox menggunakan sistem penyimpanan berjaringan yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan berbagi data serta berkas dengan pengguna lain di internet menggunakan sinkronisasi data. Dropbox didirikan pada tahun 2007 oleh lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Drew Houston dan Arash Ferdowsi dengan modal awal yang didapat dari Y Combinator.
Dropbox menyediakan layanan baik gratis ataupun berbayar, masing-masing dengan keuntungan yang bervariasi. Pada tahun 2011 Dropbox juga meluncurkan "Dropbox for Teams", sebuah layanan dari Dropbox yang dikhususkan untuk kelompok bisnis atau kelompok lainnya yang membutuhkan layanan untuk mengendalikan administrasi, tagihan yang terpusat, dan lain sebagainya. "Dropbox for Teams" tetap tersedia di situs web, namun harga yang ditawarkan berbeda dengan layanan Dropbox lainnya.
Bila dibandingkan dengan layanan serupa lainnya, Dropbox menawarkan jumlah pengguna yang relatif besar, dengan penggunaan sistem operasi yang bervariasi, baik untuk perangkat mobile ataupun desktop. Terdapat berbagai versi untuk berbagai sistem operasi, termasuk untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Linux (resmi atau tidak resmi). Dan tersedia juga berbagai versi untuk perangkat mobile, diantaranya Android, Windows Phone 7, iPhone, iPad, WebOS, dan Blackberry, dan klien yang berbasis web. Dropbox menggunakan model finansial Freemium, dan layanan gratisnya menyediakan 2 GB penyimpanan online gratis. Para pengguna yang menyarankan Dropbox ke orang lain bisa meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 8 GB. Kompetitor utama dari Dropbox antara lain, Box.net, FilesAnywhere, CloudMe, CrashPlan, Egnyte, iCloud, Mozy, SpiderOak, SugarSync, TitanFile, Ubuntu One, Windows Live SkyDrive, Wuala dan ZumoDrive.
4.      SkyDrive

SkyDrive (nama resmi Microsoft SkyDrive, sebelumnya Windows Live SkyDrive dan Windows Live Folders) adalah layanan komputasi awan serupa dengan Dropbox dan Google Drive yang memungkinkan penggunanya mengunggah dan mensinkronkan berkas ke suatu penyimpanan awan dan kemudian mengaksesnya melalui peramban Web atau perangkat tertentu. Layanan ini dibuat oleh Microsoft dan merupakan bagian dari layanan daring Windows Live dan memungkinkan pengguna menyimpan berkas-berkasnya secara pribadi, membagikannya dengan orang-orang dalam kontak, atau menjadikan berkas-berkas bersifat umum. Berkas-berkas yang dibagikan untuk umum tidak memerlukan akun Microsoftuntuk mengaksesnya.
Microsoft menghadirkan SkyDrive yang dirilis hampir bersamaan saat Google memperkenalkan GDrive. Meniru fitur seperti Dropbox, yaitu Desktop Sync Clients, SkyDrive juga menghadirkan fitur editor via web untuk file-file dokumen (Docs, Excel, Powerpoint dan OneNote).
Microsoft SkyDrive tidak hanya dikembangkan di dalam platform Windows dan WindowsMobile saja tetapi juga mendukung platform OSX dan iOS. Kabar terbaru untuk pengembangan SkyDrive, Microsoft sudah mengintegrasikan SkyDrive ke dalam OS terbaru Windows yaitu Windows 8.
·         Platform yang didukung: Windows, Mac, WindowsMobile, iOS, Web.
·         Kapasitas data gratis: 7 GB.
·         Harga untuk tambahan kapasitas data: +20 GB ($10 / tahun), +50 GB ($25 / tahun) dan +100 GB ($50 / tahun).
·         Fitur utama: aplikasi editor via web untuk file yang berupa dokumen (Docs, Excel, Powerpoint dan OneNote).
5.  iCloud

iCloud merupakan layanan komputasi awan terbaru yang dipublikasikan oleh Apple Inc. dalam acara Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) yang diadakan tanggal 6 Juni 2011 di San Fransisco. iCloud memungkinkan para penggunanya untuk mensinkronisasi data seperti foto, musik, dan dokumen ke dalam iPhone, iPad, iPod Touch, Mac dan komputer secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Sehingga pengguna dapat mengaksesnya dimana saja dan kapan saja tanpa perlu mem-back up data secara manual.
iCloud merupakan bentuk pengembangan dari trend teknologi terbaru dibidang jaringan yaitu komputasi awan (Inggris:cloud computing) iCloud bekerja pada perangkat yang memiliki sistem operasi Mac OS X, iOS dan Microsoft Windows terbaru yaitu Windows Vista dan Windows 7 .
Fitur-fitur dari Icloud:
iTunes dalam iCloud
iCloud akan mensinkronisasi secara otomatis musik yang telah dibeli melalui iTunes di semua perangkat Apple yang terhubung dengan akun iCloud.
·         Pembelian Baru , dengan iCloud, lagu atau aplikasi yang baru dibeli pada perangkat mobile melalui iTunes akan tersinkronisasi secara otomatis di perangkat lainnya.
·         Pembelian Lalu, iCloud menyimpan semua data pembelian di iTunes. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengunduh kembali musik ataupun aplikasi yang pernah dibeli menggunakan perangkat manapun.
·         iTunes Match, merupakan layanan iTunes yang akan secara otomatis mencocokkan musik yang disalin dari CD dengan 18 juta musik yang tersedia di iTunes, lalu salinan musik tersebut akan disimpan ke dalam iCloud dan akan diputar dengan format musik AAC 256 kbps. Layanan ini dikenakan biaya senilai $24.99 per tahun untuk menyimpan sebanyak 20.000 musik.
Berkas Foto
iCloud akan mensinkronisasi secara otomatis foto yang diambil dari satu perangkat ke dalam perangkat lain tanpa adanya proses sinkronisasi manual atau pun proses pengiriman foto tersebut.
iCloud akan menyimpan 1000 foto terakhir yang diambil dari perangkat Apple dalam waktu 30 hari yang dapat diakses dengan perangkat Apple lainnya dalam kurun waktu tersebut.
Aplikasi, Buku dan Back up
·         Aplikasi, dengan iCloud, aplikasi pada perangkat Apple seperti iPhone, iPad dan iPod touch akan di mutakhirkan secara otomatis ketika pengguna mengunduh aplikasi dengan menggunakan salah satu perangkat.
·         Buku, iCloud akan menyimpan semua buku yang telah diunduh oleh salah satu perangkat dan akan mensinkronisasi secara otomatis ke semua perangkat lainnya. Begitu juga dengan semua petunjuk, sorot teks, ataupun catatan yang dibuat akan disimpan oleh iClouds lalu disinkronisasi ke perangkat lainnya. Sehingga semua perangkat selalu termutakhir.
·         Back Up, iCloud akan membackup setiap perubahan yang ada di perangkat iOS setiap hari menggunakan sambungan Wi-Fi. Dengan kata lain, pengguna akan memiliki cadangan data personal (seperti musik, aplikasi dan buku dari iTunes) di iCloud dan dapat dengan mudah mengembalikannya lagi ke perangkat iOS yang baru diperbaharui sistem operasinya hanya dengan menghubungkan dengan sambungan Wi-Fi dan memasukkan akun Apple dan kata sandi.
Kontak, Kalender dan Email
·         Kontak, iCloud akan secara otomatis memutakhirkan data kontak di setiap perangkat saat terjadi perubahan data kontak di iPhone, iPad ataupun iPod touch. iCloud akan mengirimkan mutakhir kontak tersebut ke Address Book di Mac dan Outlook di perangkat komputer (direkomendasikan sistem Outlook 2007 atau 2010).
·         Kalender, iCloud dapat memutakhirkan jadwal kalender di semua perangkat Apple secara otomatis. Dan layanan ini didukung dengan adanya layanan Shared Calendar yaitu layanan untuk memutakhirkan jadwal kalender antara pengguna iCloud.
·         Email, saat mendaftar iCloud, pengguna akan mendapatkan akun email me.com secara gratis. Dan dengan iCloud, email (kotak masuk dan folder) pengguna akan dimutakhirekan secara otomatis di semua perangkat.

       Dokumen
iCloud menyimpan semua dokumen yang dibuat dan akan meng-up date dokumen tersebut ke dalam perangkat lainnya secara otomatis. Sehingga dokumen tersebut dapat diakses di perangkat manapun yang terhubung dengan akun iCloud tersebut.
F.     Manfaat Cloud Computing, bagi Dunia Pendidikan, dan Kelemahannya
Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu :
·         Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
·         Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
·         Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
·         Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
·         Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak
Selain manfaat di atas, cloud computing apakah tidak ada manfaatnya bagi dunia pendidikan ? tentu saja ada dan sangat luar biasa. Kalau kita simak di Indonesia ada 3 kendala besar di bidang pendidikan:
·         Jumlah kursi yang tersedia atau daya tampung sekolah baik dari SD sampai perguruan tinggi adalah sangat jauh dari kebutuhan yang ada.
·         Kemampuan ekonomi yang sangat lemah karena masih banyak keluarga yang hidup berkekurangan sehingga tidak mampu menyekolahkan anak anak mereka di sekolah yang bermutu.
·         Kekurangan tenaga guru yang berkwalitas.
Nah dengan cloud computing ketiga hal tersebut akan teratasi.  Dengan Cloud Education atau Cloud Campus maka siswa bisa mengikuti pelajaran tanpa harus datang ke sekolah tetapi bisa secara remote lewat internet. Sehingga jumlah peserta per-satu kelas bisa menjadi tidak terbatas seperti umumnya pendidikan yang membutuhkan ruangan secara fisik.
Dengan demikian untuk masalah yang kedua juga menjadi teratasi karena biaya penyelenggaraan pendidikan jadi jauh lebih murah.  Ditambah lagi dengan pemakaian ebook sebagai sumber pustaka sehingga bisa diberikan secara gratis kepada para siswa.  Microsoft baru saja menginvestasikan US$300 juta untuk ebook.
Cloud Computing juga memungkinkan instruktur untuk mengajar dari jarak jauh tanpa harus hadir ke satu lokasi tertentu atau kelas sehingga kita bisa mempunyai para instruktur berbobot dari manca negara.
Purwadhika Nusantara telah memulai hal ini semua untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpendidikan sehingga menjadi makmur.  Kendala yang masih ada tentunya adalah jaringan internet yang tersedia dan belum dikenal oleh masyarakat secara luas.  Doakan semoga Purwadhika Nusantara bisa mewujudkan visi dan misinya untuk Indonesia tercinta.
Selain manfaat seperti yang dijelaskan diatas tentu cloud computing juga memiliki kelemahan, merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain:
a.    Service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.
b.    Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama.
c.    Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user.
d.    Data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud.
e.    Data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.
Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
a.    Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider.
b.    Kurang memadainya pelatihan dan audit TI.
c.    Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider.
d.    Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data.
e.    Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar.
f.     Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator.
g.    Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider.
h.    Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.

G.     Cloud Computing Google Drive sebagai Media Penunjang Penelitian
Kebanyakan dari pengguna Google Drive beranggapan bahwa layanan ini hanya sebagai media penyimpanan saja. Namun sebenarnya layanan ini memiliki fitur dan fungsi yang sangat luar biasa. Salah satunya yang ingin saya bahas kali ini adalah sebagai alat penunjang penelitian. Membuat formulir daftar pertanyaan dengan fitur formulir Google Drive dapat digunakan sebagai penunjang penelitian bagi mahasiswa.
Seperti yang kita ketahui mahasiswa sering sekali melakukan penelitian guna memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen, dengan layanan ini dapat mempermudah mahasiswa dalam melakukan penelitian. Dengan membuat formulir penelitian dengan fitur formulir dalam Google Drive, kemudian dibagikan kepada responden secara online melalui media sosial maupun email mereka dapat mengisi formulir tersebut. tanpa kita mendatangi mereka dan susah payah menulis dan mencetak dan dibagikan kepada responden. Setelah formulir di isi leh responden maka mahasiswa dapat melakukan analisa dari hasil jawaban responden.
Berikut akan saya jelaskan bagaimana memanfaatkan Google Drive sebagai alat penunjang penelitian bagi mahasiswa. Terpenting adalah kita harus memiliki akun google terlebih dahulu, jika belum memiliki dapat membuat terlebih dahulu di https://drive.google.com/. Jika sudah selesai membuat selanjutnya adalah tahap-tahap dalam membuat formulir penelitian.
Tahap pertama buka laman google drive di https://drive.google.com/ selanjutnya buat formulir baru.



Tahap kedua beri judul penelitian, dan pilih tema formulir agar terlihat menarik.

Tahap ketiga buat daftar pertanyaan dalam formulir penelitian sesuai keinginan.

Tahap keempat setelah selesai membuat formulir pertanyaan maka formulir tersebut dapat dibagikan kepada responden melalui email maupun sosial media.

Setelah tahap-tahap diatas selesai maka sekarang adalah waktu untuk menunggu formulir tersebut di isi oleh responden. Jika formulir sudah terkumpul banyak maka kita dapat segera menganalisa hasil jawaban para responden dengan mengakses google drive melalui komputer, tablet, maupun smartphone.


BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Cloud computing saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah Google Drive. Google Drive dapat dimanfaatkan sebagai media penunjang penelitian bagi mahasiswa, dengan cara membuat formulir penelitian yang akan diberikan melalui surat elektronik maupun sosial media kepada responden untuk di isi jawaban.
Tahap-tahap dalam pembuatan syarat  yang pertama harus memiliki akun google. Kemudian masuk laman Google Drive, buat formulir, beri judul formulir penelitian, buat peranyaan dalam formulir penelitian, setelah selesai kemudian bagikan kepada responden melalui surat elektronik maupun sosial media, dan setelah di isi jawaban oleh responden sekarang saatnya untuk menganalisa.
B.    Saran
Dengan adanya aplikasi layanan Cloud Computing Google Drive maupun yang lainnya, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Salah satunya yaitu dalam penelitian bagi mahasiswa sebagai penunjang ketika membuat formulir penelitian, ada pula yang dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa dengan adanya Google Drive yaitu dapat digunakan sebagai media penyimpanan data-data penting misalkan bahan untuk skripsi dan data-data penting lainnya.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (10 Desember 2013), “Komputasi awan
" http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan. (Diakses 10 Desember 2013)
Anonim. (10 Juli 2013), “SkyDrive" http://id.wikipedia.org/wiki/SkyDrive. (Diakses 13 Desember 2013)
Ivan Kristianto. (18 Agustus 2013), “Aplikasi Media Penyimpanan Cloud”http://www.cloudindonesia.or.id/aplikasi-media-penyimpanan-cloud.html. (Diakses 13 Desember 2013)
Anonim. (7 April 2013), “Dropbox” http://id.wikipedia.org/wiki/Dropbox. (Diakses 13 Desember 2013)
Alex. (26 April  2012), “Apa Itu Cloud Computing?” http://www.cloudindonesia.or.id/apa-itu-cloud-computing.html. (Diakses 13 Desember 2013)
Anonim. ( 6 April 2013), “iCloud” http://id.wikipedia.org/wiki/ICloud. (Diakses 13 Desember 2013)
Purwadhika. (2 May 2012), “Manfaat Cloud Computing untuk dunia pendidikan”http://www.purwadhikapress.com/manfaat-cloud-computing-untuk-dunia-pendidikan.html. (Diakses 13 Desember 2013)
Shinta. (Maret 2013), “Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing”http://sraportofolio.blogspot.com/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-cloud-computing.html. (Diakses 13 Desember 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar